Renungan-Tentang-Kematian,-Mencintai-Dunia,-Meninggal-Hanya-Membawa-Kain-Kafan

Renungan Tentang Kematian, Mencintai Dunia, Meninggal Hanya Membawa Kain Kafan

Cintai dunia, mati saja, kenakan kafan – pada kesempatan kali ini Dutadakwah akan membahas dunia. Yang dalam pembahasan ini menjelaskan bagaimana seseorang mencintai dunia yang ketika mati hanya sebentar dan jelas memakai kain kafan. Untuk lebih jelasnya lihat ulsana di bawah ini.

Cintai dunia, mati saja, kenakan kafan itu

 

Renungan-Tentang-Kematian,-Mencintai-Dunia,-Meninggal-Hanya-Membawa-Kain-Kafan

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.dutadakwah.co.id/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Kita perlu menyadari dan selalu mengingat bahwa kehidupan di dunia ini hanya bersifat sementara. Kita harus sadar bahwa dunia yang kita cari begitu keras sehingga tidak bisa kita bawa ke desa abadi kita, desa akhirat.
Apa arti dunia di tangan Anda?

Ibn Sammak Muhammad bin Shubaih rahimahullah berkata:

Artinya, “Misalkan dunia ada di tangan Anda dan telah menambahkan hal yang sama. Misalkan (perbendaharaan) timur dan barat datang kepada Anda, tetapi ketika kematian datang apa gunanya Anda?” (Siyarul A’lam An -Nubala 8/330)

Ada banyak ayat dalam Al Qur’an yang mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara. Janganlah kita menjadi ceroboh dan tertipu seolah-olah kita akan hidup di dunia selamanya dengan mengumpulkan dan menumpuk begitu banyak harta sehingga kita mengabaikan kehidupan akhirat kita.

Seperti yang dikatakan Allah Ta’ala dalam QS. Luqman ayat 33 yaitu.

إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Artinya: “Sesungguhnya janji Allah itu benar, sehingga kehidupan duniawi tidak pernah menipu kamu dan tidak menipu kamu (juga) melalui penipu (Syaitan) untuk menaati Allah.”

Allah juga berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 185 yaitu,

وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: “Kehidupan dunia tidak lebih dari tipu daya kesenangan.” (Ali Imran: 185)
Dunia hanyalah kesenangan

Kita harus tahu bersama bahwa dunia hanyalah sebuah permainan. Dunia hanya untuk kesenangan. Jika kita tertipu oleh dunia, kita akan menghadapi akibatnya di akhirat. Allah berfirman:

اعلموا أنما الحياة الدنيا لعب ولهو وزينة وتفاخر بينكم وتكاثر في الأموال والأولاد كمثل غيث أعجب الكفار نباته ثم يهيج فتراه مصفرا ثم يكون حطاما وفي الآخرة عذاب شديد ومغفرة من الله ورضوان وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور

Artinya: “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia ini memang hanyalah permainan dan penelantaran, pernak-pernik dan kesombongan di antara kamu dan membanggakan kelimpahan kekayaan dan anak-anak, seperti hujan yang panennya mencengangkan para petani; kemudian mengeringkan tanaman dan kamu lihatlah bahwa warnanya kuning lalu hancur. Dan di akhirat (nanti) akan ada siksa dan ampunan yang berat dari Allah dan ridha-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain adalah kesenangan yang menipu. ”(Surat Al Hadid ayat 20)

Apa Harata yang sebenarnya?

Kalau dipikir-pikir, ternyata kita memang hanya punya tiga aset. Selain itu, bukan milik kita, meskipun pada hakikatnya adalah milik kita di dunia, bagi MAYORITAS kekayaan sejati kita hanya dikumpulkan dan bisa jadi BUKANLAH yang menikmatinya, hanya memilikinya atau KOLEKSI. Adapun tiga harta karun nyata yang kita nikmati, kita nikmati hanya untuk sementara, yaitu;

Makanan yang kita makan

Makanan yang ada di lemari es belum tentu yang akan dinikmati semuanya. Begitu pula, makanan di kamp belum tentu yang dinikmati semuanya. Uang yang kita hemat untuk membeli bahan makanan belum tentu kita nikmati. Saat kita menikmati makanan, itu hanyalah momen keseharian kita yang hanya melewati lidah dan tenggorokan sebentar

Baju yang kami kenakan

Termasuk sumber daya yang kita gunakan seperti sepatu, kendaraan dan rumah kita. Kami menikmati itu. Namun, ini hanya sementara karena pakaian bisa rusak saat rumah tersebut diwariskan

sedekah

Inilah harta karun sejati kita yang pada akhirnya sangat berguna. Ini terlalu singkat keluar dari genggaman kita ke dunia

Sisa harta yang kita tumpul ternyata bukan milik kita, kita tidak menikmatinya, atau kita hanya menikmatinya sesaat. Misalnya, mengumpulkan kekayaan:

Ada dua atau tiga rumah, hanya satu yang paling kami nikmati

Tabungan di bank ratusan juta atau milyaran yang sangat sedikit kita nikmati, sisanya kita simpan saja

Apakah Anda memiliki taman yang luas, apakah Anda memiliki toko yang besar, kami hanya menikmati sejenak

Properti kami

Inilah yang dimaksud hadits, hartanya hanya tiga

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

العبد مالي مالي إنما له من ماله ثلاث ما أكل فأفنى أو لبس فأبلى أو أعطى فاقتنى وما لالب لا فوبو لالو

Artinya: “Manusia berkata: ‘Harta milikku, hartaku’, sebenarnya hartanya ada tiga: apa yang dia makan lalu konsumsi, apa yang dibawanya, lalu dia sita atau apa yang dia berikan (sedekah) dan kemudian dia miliki, terlebih lagi akankah itu akan pergi dan dia akan pergi untuk manusia ‘. “(hadits Muslim nomor 5259)

Dunia yang kita butuhkan, dan kita tidak dilarang mencari kekayaan dan dunia, tapi kita harus berjuang untuk orientasi akhirat.

Salah satu review dari Loving the Dead World Only membawa kafan. Semoga bisa bermanfaat dan menambah ilmu bagi kita semua. Terima kasih.

Lihat Juga: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-tawasul-arab-ringkas/