Persebaran Sumber Daya Energi di Indonesia

Persebaran Sumber Daya Energi di Indonesia

Persebaran Sumber Daya Energi di Indonesia

Sumber daya energi yang dimiliki Indonesia, antara lain berupa energi fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam), energi matahari, energi air, serta energi panas bumi. Agar dapat memahami persebaran berbagai sumber daya energi tersebut, perhatikan penjelasan berikut ini.

  1.    Energi Fosil

Energi fosil adalah energi yang dihasilkan dari minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Tambang minyak bumi di Indonesia terdapat di daratan maupun di lautan. Tambang minyak bumi yang terdapat di daratan, antara lain di Perlak (Aceh), Langkat (Sumatra Utara), Cirebon (Jawa Barat), Cepu (Jawa Tengah), Balikpapan, Pulau Bunyu, Tarakan (Kalimantan Timur), Pulau Seram (Maluku), serta di Sorong dan Biak (Papua). Tambang minyak bumi di lautan (lepas pantai) antara lain di Laut Cina Selatan (sekitar Kepulauan Natuna), Selat Malaka, Laut Jawa, Selat Sunda, Selat Karimata, Laut Sulawesi, dan Selat Makassar. Minyak mentah dari tambang-tambang minyak bumi diangkut dengan kapal tanker atau dialirkan melalui pipa menuju ke tempat penyulingan untuk diolah menjadi minyak yang siap pakai. Tempat penyulingan minyak di Indonesia antara lain terdapat di Dumai (Riau), Sungai Gerong (Sumatra Selatan), Pangkalan Brandan (Sumatra Utara), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Cilacap (Jawa Tengah).

Aktivitas penambangan batu bara yang pertama di Indonesia adalah di Pengaron (Kalimantan Timur), yaitu pada tahun 1849. Tambang batu bara berikutnya dibangun di Ombilin (Sumatra Barat) pada tahun 1892 dan di Bukit Asam (Sumatra Selatan) pada tahun 1919. Setelah itu, tambang batu bara lainnya adalah di Kota Baru/Pulau Laut (Kalimantan Selatan), Sungai Berau (Kalimantan Timur), dan Puruk Cahu (Kalimantan Tengah).

Selain minyak bumi dan batu bara, terdapat juga gas alam sebagai bagian dari energi fosil. Sumber gas alam di Indonesia terdapat di Kepulauan Natuna, Arun (Aceh), Dieng (Jawa Tengah), dan Bontang (Kalimantan Timur).

  1.    Energi Matahari

Energi matahari dapat dikembangkan sebagai energi alternatif pengganti energi fosil. Pengembangan energi matahari diwujudkan dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dikembangkan sejak tahun 1989. Pembangkit listrik tenaga surya terdapat di Pateuk (Aceh), Langkat (Sumatra Utara), Sukatani (Sukabumi, Jawa Barat), Pulau Kelapa Dua, Pulau Panggang, Pulau Payung, Pulau Pramuka, dan Pulau Karya (Kepulauan Seribu, DKI), Kampung Laut, Kecamatan Cimanggu, dan Kecamatan Kawunganten (Cilacap, Jawa Tengah), Kepulauan Karimunjawa (Jepara, Jawa Tengah), Rembang (Jawa Tengah), Tambelangan dan Waru (Pulau Madura, Jawa Timur), Buol Toli-toli (Sulawesi Tengah), serta Muting (Papua).

  1.    Energi Air

Energi air dapat menghasilkan energi mekanik hingga selanjutnya menghasilkan energi listrik. Energi air dapat berupa energi dari aliran air (air terjun/dam) dan energi pasang surut. Pemanfaatan energi air di Indonesia banyak terdapat di bendungan/waduk dan di aliran sungai. Energi air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia terdapat di Peusangan (Aceh), Sigura-gura (Sumatra Utara), Asahan (Sumatra Utara), Maninjau (Sumatra Barat), Batutegi (Lampung), Jatiluhur (Jawa Barat), Gajah Mungkur (Jawa Tengah), Karangkates (Jawa Timur), Riam Kanan (Kalimantan Selatan), dan Tanggari (Sulawesi Utara).

  1.    Energi Panas Bumi

Wilayah Indonesia dilalui oleh sabuk vulkanik (volcanic belt) sehingga memiliki banyak gunung api (kurang lebih 177 gunung api aktif). Sabuk vulkanik tersebut membentang dari Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku membentuk jalur gunung api yang sangat panjang. Aktivitas magma dari gunung api-gunung api tersebut merupakan sumber energi panas bumi. Selain dari aktivitas magma, energi panas bumi juga dapat timbul akibat pengangkatan dan patahan. Energi panas bumi merupakan energi yang dihasilkan oleh tekanan dari dalam bumi untuk digunakan menghasilkan listrik. Pemanfaatan energi panas bumi diwujudkan dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Sumber energi panas bumi yang relatif dangkal dapat dicirikan oleh peristiwa munculnya mata air panas, lapangan solfatara dan fumarola (suatu lokasi yang berdekatan dengan mata air panas, di mana terdapat semburan-semburan gas), kubangan lumpur panas, tanah beruap (steaming grounds), dan tanah panas. Energi panas bumi terdapat di Kamojang dan Drajat (Jawa Barat), Dieng (Jawa Tengah), Buyan (Bali), Pocoleok (Flores), dan Linow (Sulawesi Utara). Sementara itu, sumber energi panas bumi akibat peristiwa pengangkatan dan patahan, antara lain di Suoh (Lampung), Gunung Kerinci (Sumatra Barat), Muara Labuh (Sumatra Barat), dan Masepe (Sulawesi Selatan).


Baca Artikel Lainnya: