Museum-Sultan-Mahmud-Badaruddin-II-Salsa-Wisata

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II – Salsa Wisata

Palembang kaya akan destinasi wisata dengan pesona unik di setiap tempat. Salah satu tempat wisata dengan daya tarik khusus di kota Palembang adalah Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II – Salsa Wisata

Museum ini menyimpan banyak koleksi benda-benda dari Kesultanan Palembang. Koleksi yang disimpan sangat beragam, mulai dari produk tekstil hingga kerajinan tangan.

Museum-Sultan-Mahmud-Badaruddin-II-Salsa-Wisata

Pengunjung juga akan dibuat takjub dengan keberadaan koleksi lain yang bukan berasal dari Kesultanan Palembang. Koleksi prasasti dan artefak dari Kerajaan Sriwijaya adalah contohnya.

Sekilas Tentang Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Bangunan museum Sultan Mahmud Badaruddin II dulunya adalah rumah seorang Belanda dan markas besar TNI.

Kemungkinan besar, bentuk museum saat ini adalah peninggalan dari abad ke-19, ketika pemerintahan kolonial Belanda menguasai provinsi Sumatera Selatan.

Sekian lama setelah beberapa kali proses renovasi, bangunan bersejarah ini kini telah berubah menjadi museum dan tempat wisata bersejarah.

Sejarah Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Konon bangunan ini pernah menjadi istana Sultan Muhammad Badaruddin I (1724-1758). Sayangnya, bentuk asli kraton dihancurkan oleh ulah penguasa kolonial Belanda ketika berusaha menghancurkan kesultanan.

Setelah hancur oleh serangan, Belanda membangun gedung baru pada tahun 1823 yang disebut Gedung Siput. Setahun kemudian, bangunan ini kembali diubah menjadi bangunan bergaya Eropa.

Pada tahun 1825 gedung ini dijadikan sebagai markas pemerintah kolonial Belanda. Pada tahun 1920, gedung ini kembali berubah fungsi dan menjadi pusat pemerintahan.

Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini menjadi pusat atau markas militer. Dan ketika Indonesia merdeka, Kodam II Sriwijaya resmi menggunakan gedung ini sebagai markas TNI.

Akhirnya pada tahun 1984, gedung ini akhirnya kembali ke tangan Pemerintah Kota Palembang dan akhirnya menjadi museum seperti sekarang ini.
Tiket Masuk Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Tiket Masuk Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Pengelola museum menetapkan harga tiket masuk yang berbeda untuk hari libur dan hari biasa. Pengunjung dewasa, anak-anak, anak sekolah dan pelajar juga harus membayar harga tiket yang berbeda.

Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah daftar harga tiket masuk terbaru tempat wisata di palembang ini :
Pembalasan Tarif
Tiket Masuk – Umum Rp 5,000.00/orang
Tiket Masuk – Wisatawan Asing Rp 20.000,00/orang
Tiket Masuk – Pelajar Rp 2.000,00/orang
Tiket Masuk – Anak & Pelajar Rp 1.000,00/orang

Ada kemungkinan harga tiket berubah, terutama pada akhir pekan atau hari libur nasional. Namun Anda tidak perlu khawatir karena kenaikan harga tiket di museum ini tidak terlalu besar.
Atraksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Wisata Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang

Mirip dengan Museum Istana Maimun di Medan, museum warga Palembang ini juga menyimpan koleksi sejarah. Koleksi yang berbeda ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri dari museum ini.

Dari koleksi tersebut, pengunjung bisa belajar banyak pengetahuan sejarah di balik benda-benda bersejarah tersebut.

Nah daripada penasaran dengan koleksi apa saja yang ada di museum ini, berikut ini kami bagikan informasinya.
Prasasti Talang Tuo

Salah satu koleksi besar museum ini adalah Prasasti Talang Tuo. Prasasti ini merupakan prasasti dari Kesultanan Palembang.

Hanya saja prasasti yang dipajang di museum ini merupakan salinan atau replika.
koleksi tekstil

Peninggalan lain dari Kesultanan Palembang yang juga dipamerkan di museum ini adalah benda-benda tekstil seperti kain, kerajinan tangan, dll.

Salah satu produk tekstil yang sering menjadi sorotan pengunjung museum adalah pakaian adat Palembang.
koleksi logam

Anda dan pengunjung lainnya juga dapat menemukan koleksi lainnya seperti koin, kerajinan besi dan masih banyak koleksi lainnya.

Koleksi tersebut berasal dari Kesultanan Palembang dan sebagian dari luar Palembang.
Artefak dari Kerajaan Sriwijaya

Di luar museum terdapat beberapa koleksi dari Kerajaan Sriwijaya. Contohnya adalah koleksi arca Ganesha dan arca Buddha yang pertama kali ditemukan di Bukit Siguntang.

Sejak resmi menjadi bagian dari koleksi museum, artefak-artefak ini telah terpelihara dengan sangat baik.
Perburuan Foto Estetis

Selain melihat berbagai jenis koleksi museum di atas, Anda juga dapat mengabadikan setiap momen dengan kamera Anda di sini.

Di setiap sudut gedung museum pasti ada spot-spot menarik yang diabadikan di kamera

LIHAT JUGA :

paket liburan keluarga

Rental Mobil Jogja