direct-and-indirect-speech

Direct And Indirect Speech : Pengertian, Fungsi, Aturan

Pidato langsung dan tidak langsung: definisi, fungsi, aturan, dan contoh kalimat dengan pertanyaan latihan

direct-and-indirect-speech

Pengertian pidato langsung dan tidak langsung

Pidato langsung atau kalimat langsung adalah kata-kata langsung yang diucapkan oleh pembicara. Jika kita langsung mengutip atau meniru apa yang diucapkan tanpa mengubah susunan kata sedikit pun, maka kutipan tersebut disebut kutipan langsung atau kalimat langsung.

Kalimat tidak langsung

Pidato tidak langsung, atau pidato tidak langsung, adalah kalimat yang diucapkan untuk menyampaikan apa yang dikatakan seseorang kepada orang lain.

Jika kita menceritakan apa yang dikatakan seseorang dengan maksud yang sama tetapi susunan katanya tidak sama atau ada perubahan, maka kalimat tersebut disebut indirect speech.

Fungsi bahasa langsung dan tidak langsung

Ucapan langsung

Direct speech atau kalimat langsung terdiri dari 2 bagian, yaitu:

  • Reported Verb: Kata kerja yang melaporkan
  • Kata yang dilaporkan: kata yang dilaporkan

Berikut ini adalah contoh penggunaannya dalam sebuah kalimat.

Zia mengatakan: “Saya pergi ke sekolah setiap hari”. Zia mengatakan “Saya pergi ke sekolah setiap hari”

Pada contoh kalimat di atas, verba repertingnya adalah “Zia said (Zia Berkata), sedangkan kata repertingnya adalah” I go to school every day (I go to school every day) “.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan bentuk direct speech ini, yaitu:

  • Dalam kalimat langsung, kata kerja pelaporan dan kata yang dilaporkan umumnya dipisahkan oleh koma (,).
  • Kata-kata dalam kalimat lurus diapit oleh tanda petik (“”).
  • Reporting verbs bisa juga disebut kalimat reportase, sedangkan kata-kata yang dilaporkan bisa disebut report language atau kalimat yang dilaporkan.
  • Posisi report verb tidak harus di awal kalimat, tapi bisa juga di akhir kalimat.

Perhatikan contoh berikut:

  • Dia berkata, “Saya senang”. Dia berkata: “Saya senang”
  • “Saya senang,” katanya. “Saya senang,” katanya.
  • Udin berkata, “Saya tidak suka pisang”. Udin berkata: “Saya tidak suka pisang”
  • “Saya tidak suka pisang,” kata Udin. “Saya tidak suka pisang,” kata Udin.

Perhatikan baik-baik kedua contoh di atas!

Jika subjek dalam kalimat aktif adalah kata ganti orang: He, She, It, maka subjek ditempatkan setelah kata yang dilaporkan (contoh kalimat pertama) tanpa mengubah bentuk dan struktur.

Jika subjek dalam kalimat aktif adalah nama diri (proper name), misalnya Zia, George, Ali, Tracy, dll. Saat dititipkan, subjek berada di akhir kalimat (contoh 2), tanpa mengubah bentuk dan susunan .

Kalimat tidak langsung

Pidato tidak langsung, atau pidato tidak langsung, adalah kalimat yang diucapkan untuk menyampaikan apa yang dikatakan seseorang kepada orang lain.

Jika kita menceritakan apa yang dikatakan seseorang dengan maksud yang sama tetapi susunan katanya tidak sama atau ada perubahan, maka kalimat tersebut disebut indirect speech.

Berikut adalah contoh penggunaannya dalam sebuah kalimat:

Langsung: Dia berkata: “Saya sangat pandai bahasa Inggris”

Secara tidak langsung: Dia bilang dia berbicara bahasa Inggris dengan sangat baik. Dia bilang dia sangat pandai bahasa Inggris.

Dari dua contoh di atas, kita dapat membedakan antara pidato langsung dan tidak langsung.

  • Ada beberapa hal yang perlu diingat dengan pidato tidak langsung.
  • Dalam pidato tidak langsung, kata kerja pelaporan dan kata yang dilaporkan dihubungkan oleh konjungsi.
    Tanda kutip tidak digunakan dalam pidato tidak langsung.

Berdasarkan jenis kalimat yang dilaporkan, tuturan langsung dan tidak langsung dapat dibedakan menjadi 3 kelompok/jenis, yaitu:

  • Perintah dan permintaan
  • Pernyataan (pernyataan)
  • Pertanyaan (pertanyaan)

Perintah dan permintaan

Secara umum, kata kerja laporan menggunakan kata kerja berikut:

  • mengajukan pertanyaan)
  • katakan (katakan)
  • Tas (meminta)

Sedangkan pada kalimat tidak langsung verbanya langsung diikuti oleh invinitive (kata kerja dasar). Atau antara kata kerja pelaporan dan kata yang dilaporkan dihubungkan dengan To (untuk), misalnya:

  • D: Andy berkata kepadanya: “Perhatikan apa yang saya katakan” Andy berkata kepada mereka: “Perhatikan apa yang saya katakan dengan benar”
  • I: Andy menyuruhnya untuk memperhatikan kata-katanya. Andy menyuruh mereka untuk memperhatikan apa yang dia katakan.

Pernyataan (pernyataan)

Secara umum, kata kerja berulang menggunakan kata-kata:

  • Katakan katakan)
  • katakan (katakan)

Sedangkan pada kalimat tidak langsung, verba lapor dan kata terlapor digabungkan dengan das (das), misalnya:

  • D: Dia berkata: “Saya melihat film”
  • I: Dia bilang dia melihat filmnya.

pertanyaan

Saat kalimat tanya menggunakan kata kerja bantu (auxiliary verb).

Secara umum, report verbs menggunakan verba: ask, tell. Sementara itu, kata kerja roporting dan kata yang dilaporkan digabungkan dengan “IF & Weather (if-ob)” dalam kalimat tidak langsung, misalnya:

  • D: dia bertanya, “apakah kamu suka pisang?”
  • I: Saya bertanya apakah Sh suka Pisang.

Ketika kalimat tanya menggunakan kata tanya

Dalam bentuk kalimat tidak langsung, kata tanya yang digunakan dalam kalimat langsung diubah menjadi konjungsi antara kata kerja pengekspor dan kata-kata yang dilaporkan, misalnya:

  • D: Saya bertanya padanya “siapa namamu?”
  • Saya: Saya bertanya kepadanya siapa namanya.

Aturan untuk pembentukan pidato langsung dan tidak langsung

Dari beberapa contoh kalimat di atas, dapat disimpulkan bahwa indirect speech dapat dibentuk dari direct speech. Namun perubahan tersebut harus mengikuti aturan yang ditetapkan sebagai berikut:
Alamat langsung Alamat yang dilaporkan

  • Bentuk sederhana
  • Simple Present Simple Past
  • Simple Past Past Perfect
  • Selesai hadir
  • masa lalu terus menerus
  • akan menjadi
  • Bentuk progresif
  • am / are / is was / was
  • adalah / telah
  • telah
  • NS

Jika direct speech memiliki report verb berupa simple present, future, atau present perfect, kata yang dilaporkan tidak berubah tense saat diubah menjadi kalimat tidak langsung.

Simple present tetap simple present, misalnya:

  • D: Joko berkata: “Saya sakit”
  • I: Joko bilang dia sakit.

Kontinu saat ini tetap kontinu saat ini

  • D: Dia akan mengatakan. “Saya menulis sebuah surat”
  • I: Dia akan mengatakan bahwa dia sedang menulis surat.

Tense masa depan tetap masa depan.

  • D: Agus berkata kepada saya: “Saya akan pergi dengan Anda”
  • I: Agus bilang dia akan pergi dengan saya.

Masa depan terus berlanjut, masa depan terus berlanjut

  • D: Dia berkata, “Saya akan makan jam enam malam ini”
  • Me: dia bilang dia akan makan jam enam malam ini

Masa lalu yang sederhana tetap masa lalu yang sederhana

  • D: Iman akan berkata, “Saya senang hari itu”
  • Saya: Iman akan mengatakan bahwa hari itu bahagia.

Kesempurnaan saat ini tetap menjadi kesempurnaan saat ini

  • D: Nunung berkata: “Saya sudah bekerja keras tahun ini”
  • I: Nunung bilang dia bekerja keras tahun ini.

Jika kalimat langsung memiliki kata kerja pelaporan dalam bentuk simple past tense atau perfect tense, kata-kata yang dilaporkan akan berubah ketika diubah menjadi kalimat tidak langsung berupa waktu, kata keterangan waktu, dan kata keterangan tempat.

Simple present tense berubah menjadi simple past tense

  • D: Dia berkata: “Ibuku adalah wanita yang bijaksana”
  • I: Dia bilang ibunya adalah wanita yang bijaksana

Menyajikan perubahan terus menerus di masa lalu terus menerus

  • D: Sarah pernah berkata: “Saya memasak nasi”
  • Saya: Sarah bilang dia sedang memasak nasi.

Bentuk masa depan menjadi bentuk lampau dari masa depan

  • D: Dia berkata, “Saya akan pergi ke sekolah”
  • I: Dia bilang dia akan pergi ke sekolah

Perubahan berkelanjutan di masa depan menjadi perubahan berkelanjutan di masa lalu

  • D: katanya. “Aku akan belajar pada saat itu”
  • I: Dia bilang dia akan belajar saat itu

PST sederhana menjadi masa lalu yang sempurna

  • D: Anton berkata: “Saya belajar bahasa Inggris tadi malam”
  • Saya: Anton mengatakan bahwa dia belajar bahasa Inggris malam sebelumnya

Present perfect menjadi past perfect

  • D: Gomar berkata, “ibu saya pergi ke pasar”
  • I: Gomar bilang ibunya pergi ke pasar.

Contoh kalimat

pidato langsung

  • Dia berkata, “Kapan kamu pulang?”
  • Dia berkata, “Kapan kamu pulang?” dan saya berkata, “Saya tidak tahu!”
  • “Ada lalat di supku!” teriak Simon.
  • John berkata, “Ada gajah di depan jendela.”

Kalimat tidak langsung

  • Dia bilang dia melihatnya
  • Susan mengatakan (bahwa) Mary bekerja di kantor
  • Mandy berkata (bahwa) matahari terbit di timur.
  • ohn berkata (bahwa) saudaranya berada di Universitas Leipzig

sebuah latihan

Kalimat diberikan dalam pidato langsung. Ubah menjadi ucapan tidak langsung.

  1. Dia berkata, “Saya sakit gigi”.
  2. Manu berkata: “Saya sangat sibuk sekarang”.
  3. “Cepatlah,” katanya kepada kami.
  4. “Beri aku secangkir air,” katanya.
  5. Dia berkata, “Aku akan kuliah.”
  6. Dia berkata kepada saya: “Terima kasih”
  7. Umar berkata: “Ali harus pergi besok”.
  8. Ical mengatakan: “Ayah saya adalah seorang insinyur.”
  9. Dia berkata, “Saya lulus ujian fisik.”
  10. Dia berkata kepada saya, “Kamu adalah satu-satunya temanku.”

jawaban

  1. Dia bilang dia sakit gigi.
  2. Manu mengatakan dia sangat sibuk saat itu.
  3. Dia menyuruh kami untuk bergegas.
  4. Dia memintanya untuk memberinya secangkir air.
  5. Dia bilang dia akan kuliah.
  6. Dia berterima kasih padaku.
  7. Umar berkata bahwa Ali harus pergi keesokan harinya.
  8. Ical mengatakan ayahnya adalah seorang insinyur.
  9. Dia bilang dia lulus ujian fisik.
  10. Dia mengatakan kepada saya bahwa saya adalah satu-satunya temannya.

Demikian pembahasan materi bahasa Inggris tentang Direct and indirect speech (kalimat slowing dan kalimat tak slowing), mohon maaf bila ada kesalahan, semoga bermanfaat buat kita semua. Selamat belajar.

Sumber :