5 Jenis Hujan Beserta Gambar dan Penjelasannya

5-jenis-hujan

5-jenis-hujan

Jenis jenis Hujan

Hujan dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu hujan konvektif, frontal dan orografis. Perbedaan antara ketiga jenis hujan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Hujan Orografis

Hujan orografis merupakan hujan yang terjadi karena adanya gerakan udara yang menaiki pegunungan yang kemudian mengalami kondensasi atau mengalami pengembunan. Yang kemudian udara yang telah mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang menimbulkan hujan.

2. Hujan Konvektif

Hujan konvektif atau disebut dengan zenithal merupakan hujan yang terjadi karena suatu massa udara sehingga massa udara tersebut manuai atau naik dan mengalami pengembunan. Awan yang terbentuk dari hujan ini merupakan awan cumulonimbus atau disebut dengan awan vertikal yang menghasilkan hujan deras namun tidak berlangsung lama. Didaerah yang tropis dengan intensitas penyinaran matahari yang tinggi sehingga sering terjadi hujan konvektif dikarenakan udara yang naik.

3. Hujan Frontal

Hujan frontal merupakan hujan yang terjadi karena betemunya dua masssa yang berlainan suhunya. Udara yang memiliki panas yang lebih akan dipaksa naik dikarenakan bertumbukan dengan udara yang dingin. Udara yang lebih hangat yang terangkat kemudian mendingin dan mengembang. Dalam suatu proses pendinginan maka akan terbentuk titik-titik air yang merupakan awan. Dan setelah titik-titik air itu mengalami kejenuhan, maka akhirnya jatuh dan terjadilah hujan yang disebut dengan hujan frontal. Hujan Frontal pada umumnya terjadi di daerah lintang yang di mana udara bergerak dan daerah yang bertekanan tinggi (kutub) bertemu dengan udara dari zona tekanan rendah, yaitu dan daerah sub tropis.

4. Hujan Buatan

Dengan makin berkembangnya teknologi di bidang meteorologi, maka telah memberikan kemampuan kepada manusia yang ada di bumi ini untuk dapat membuat hujan buatan. Hujan buatan yang dilakukan dengan cara menaburkan bahan kimia yang berupa bahan pendingin (Argentium lodida) seperti es kering ke dalam awan untuk dapat mempercepat proses terjadinya pembentukan awan. Hujan buatan biasanya sering dilakukan pada musim-musim tertentu seperti ketika terjadi musim kemarau panjang atau pada saat terjadi kebakaran hutan yang luas.

5. Hujan Asam

Hujan asam merupakan hujan yang mengandung endapan-endapan asam yang sangat tinggi, sehingga hal tersebut menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan hidup. Kandungan asam yang ada didalam udara seperti oksida sulfur dan oksida nitrogen yang berasal dari asap industri pabrik-pabrik. Hujan asam dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan terhadap hutan dan menyebabkan kematian terhadap ikan yang ada di danau-danau. Mengingat sangat banyaknya dampak negatif yang terjadi, maka diperlukan banyak kesadaran dari semua pihak, terutama untuk negara-negara industri agar selalu berusaha mengatasi permasalahan karena dapat mengganggu keseimbangan lingkungan hidup.

 

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/